Ngobrol Pendidikan Islam (NGOPI)

Ngobrol Pendidikan Agama Islam atau disingkat NGOPI dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 27 September 2025. Acara ini bertempat di Hotel Aston Banyuwangi. Kegiatan dimulai pukul 12.30-17.00 WIB. Peserta kegiatan dihadiri oleh para guru Pendidikan Agama Islam madrasah baik dari jenjang MI, MTs dan MA. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam di Era digital.Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas guru secara keseluruhan yang ada di Kabupaten Banyuwangi.


Agenda kegiatan ini diisi dengan diskusi bersama antara narasumber dan para guru PAI marasah. Ada dua narasumber yang hadir dalam kegiatan ini. narasumber pertama adalah Ina Ammania, yang merupakan Anggota Komisi VIII DPR RI. Narasumber kedua adalah dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, yaitu Dr.H.Khoiron, M.Pd. Selain diskusi, kegiatan ini juga diisi dengan tanya jawab antara narasumber dan peserta.

Hasil dari kegiatan NGOPI memberikan beberapa catatan bahwa diera digitalisasi saat ini kita bisa dengan mudah mengajar dan mencari informasi tentang pembelajaran menarik di madrasah, akan tetapi pendidikan adab, kesopanan, dan akhlak belum bisa kita ajarkan kepada siswa melalui teknologi atau AI (kecerdasan buatan). AI dianggap belum mampu memberikan pendidikan akhlak, melatih karakter siswa yang baik, serta bagaimana membiasakan menghormati guru dan orang lain di kehidupan nyata. Di era saat ini, banyak ditemui masalah atau kasus seperti siswa tidak bisa menghargai guru, siswa merokok dan sebagainya.

Pendidikan karakter dapat diajarkan kepada siswa melalui beberapa pendekatan yaitu: secara humanis, pendekatan ini berfokus pada nilai-nilai kemanusiaan. Selain itu, guru juga dapat melakukan pendekatan parenting dalam mendidik siswa, yaitu mensinkronkan antara guru, orang tua dan anak (siswa). Pendekatan parenting meupakan metode yang digunakan orang tua dalam mendidik dan mengasuh anak. Seorang guru dapat melakukan pendidikan akhlak, adab atau kesopanan dan menganggap siswa sebagai anak sendiri di madrasah. Selain itu upaya untuk menjadi guru yang profesional dalam mendidik akhlak kepada siswa, para guru selalu berusaha meningkatkan kompetensinya dan belajar terus-menerus. Penjelasan tersebut disampaikan oleh narasumber pertama yaitu Ibu Ina Ammania.

Narasumber kedua Dr.H.Khoiron, M.Pd, menyampaikan bahwa Era Digitalisasi dalam Pendidikan Agama Islam memberikan perubahan dan pengaruh besar. Beberapa perubahan seperti pola pikir jaman dulu dengan sekarang, dulu masyarakat fokus pada tradisi dan nilai-nilai kebudayaannya, namun dijaman sekarang lebih fokus dengan media sosial. Selain itu perubahan pola hidup, dapat kita lihat dari segi kebutuhan sekarang tidak hanya sandang, pangan dan papan namun bertambah data atau gawai. Di sisi lain juga terjadi perubahan pola komunikasi dan juga istilah-istilah. Era digitalisasi diharapkan dapat memberikan kemajuan bagi guru dan guru dapat memanfaatkan teknologi di dunia pendidikan dengan sebaik-baiknya.

Dr.H.Khoiron, M.Pd menutup diskusinya dengan memberikan closing statement “Ada dua pilihan di era teknologi saat ini; menjadi bagian atau malah tergilas teknologi. Teknologi tidak hanya menjadi teman yang memiliki peran baik di kehidupan namun teknologi juga dapat menjadi musuh yang menghanyutkan”.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kolam Renang Gumuk Kantong, Wisata Legendaris di Banyuwangi

Lima Pemandian Alami Tersembunyi di Balik Riuhnya Kota Malang

Sastrawan Arab Al- Barudi