Postingan

Menampilkan postingan dengan label Seni Budaya

Mampir di Festival Kuwung, Mengenal Lebih Dekat Ragam Tradisi dan Budaya Banyuwangi

Gambar
Sempat vakum beberapa tahun, akhirnya 2024 Festival Kuwung kembali digelar. Tahun ini mengusung tema “Unity in Diversity – Peningset Cinde Sutro” yang menggambarkan kisah persatuan dan keanekaragaman seni dan budaya Banyuwangi. Parade berlokasi di area RTH Maron Genteng. Suasananya cukup meriah, atraksi seninya unik dan menarik perhatian. sumber: fb banyuwangi_id Selain mendapat hiburan di festival ini, saya juga dapat belajar dan mengenal lebih dekat keragaman tradisi, seni dan budaya yang ada di Banyuwangi. Kuwung berarti "pelangi" maksudnya adalah Festival ini merupakan festival yang menampilkan warna-warni seni, tradisi dan budaya Banyuwangi yang beragam dan patut dilestarikan serta dijaga.  Festival Kuwung tahun ini memiliki lima distrik yang masing-masing merepresentasikan keragaman seni budayanya. Distrik Banyuwangi “Resik Kagungan” Tradisi budaya di Kelurahan Mojopanggung (Cungking) Banyuwangi, digelar setiap tanggal 15 purnama di bulan Rajab. Salah satu ritual yang d...

Petik Laut Muncar, Sebagai Doa dan Syukuran Masyarakat Nelayan Banyuwangi

Gambar
Pagi menjelang siang yang cerah suasana pelabuhan pantai Muncar ramai dipenuhi pengunjung dari segala penjuru. Mereka sangat antusias ingin menyaksikan tradisi Petik Laut Muncar yang puncaknya digelar pada tanggal 23 Juli 2024. Usai mengurus parkir dengan biaya masuk 5000, saya langsung berjalan menuju pusat lokasi pelabuhan. Perahu-perahu bersandar apik dan rapi dengan segala hiasan warna-warni dan aksesorisnya yang unik dan indah membuat setiap pasang mata terpukau. Inilah perayaan tahunan masyarakat pesisir Muncar yang disebut Petik Laut Muncar. Perahu-perahu cantik nelayan Muncar Tradisi Petik Laut Muncar sudah dilakukan secara turun temurun setahun sekali. Menurut sumber yang saya baca tradisi ini sudah ada sejak tahun 1901 silam. Petik Laut Muncar termasuk warisan leluhur berupa sedekah laut masyarakat yang diadakan dalam bentuk tasyakuran. Tradisi ini merupakan wujud rasa syukur masyarakat pesisir atas tangkapan hasil laut dan tolak bala. Ini pengalaman pertama kali menyaksikan ...

Makna “Ndaru Deso” Revival of Village, Banyuwangi Ethno Carnival 2024

Gambar
Tahun ini Banyuwangi Ethno Carnival kembali digelar, yaitu pada 13 Juli 2024. Banyuwangi Ethno Carnival atau disebut BEC merupakan festival parade kostum atau busana dengan tema yang berbeda-beda setiap tahunnya. Tahun ini BEC mengusung tema “Ndaru Deso” Revival of Village. Kata “Ndaru” berasal dari bahasa Jawa, yang merujuk kepada jiwa dan semangat suatu tempat yang melibatkan masyarakat koneksi dengan alam dan tradisi yang kental. Adapun frasa “Revival of Village” merujuk pada kebangkitan kembali semangat desa yang sarat akan warisan budaya juga kualitas hidup yang selaras dengan alam. Sesuai dengan ungkapkan Bupati Banyuwangi dalam sambutannya, tema “Ndaru Deso” Revival of Village memiliki makna kebangkitan desa-desa yang sarat dengan warisan budaya juga kualitas hidup yang selaras dengan alam. Tema BEC tahun ini menekankan pentingnya menghidupkan kembali kegiatan-kegiatan dan potensi-potensi lokal yang ada di desa-desa di Banyuwangi. Tema ini memiliki tujuan untuk menjaga dan mempe...

Mengenal Situs Umpak Sanga, Penanda Eksistensi Kerajaan Blambangan

Gambar
Kawasan Muncar, selain terkenal dengan pusat perikanannya yang besar di Banyuwangi, kawasan ini juga menyimpan jejak-jejak situs budaya yang menarik untuk ditilik. Di kawasan Muncar terdapat situs budaya yang berkaitan erat dengan kerajaan Blambangan zaman dulu. Masyarakat sekitar menyebutnya situs “Umpak Sanga”. Sebenarnya saya sudah lama mendengar terkait situs ini, namun saya belum pernah berkunjung secara langsung. Saking penasarannya, akhirnya saya memiliki waktu untuk mengunjungi situs budaya ini. Situs Umpak Sanga merupakan situs berupa struktur bekas pendapa yang menyisakan 49 batu besar dengan 9 (bahasa Jawa: Sanga) batu di antaranya berlubang di tengah. Kesembilan batu tersebut diduga kuat berfungsi sebagai penyangga tiang (Umpak). Oleh karena itu, tempat ini dinamakan “Umpak Sanga”. Lokasi Umpak Sanga Situs ini menjadi salah satu penanda penting terkait eksistensi Blambangan pada abad 14 M berdasarkan prasasti Balawi (1227 Saka atau 1305 M). Kemudian situs ini digunakan kemb...

Mengenal Kembar Mayang dalam Adat Jawa

Gambar
Istilah Kembar Mayang mungkin tidak asing di telinga kita terutama orang Jawa. Istilah itu juga sering saya jumpai di acara pernikahan adat Jawa. Namun sebenarnya saya kurang paham tentang istilah  Kembar Mayang itu sendiri dan hanya sebatas tahu saja dalam upacara adat pernikahan. Hal ini membuat saya tertarik untuk mengenal lebih lanjut Kembar Mayang dalam upacara adat Jawa. Selama ini saya mengira Kembar Mayang hanya digunakan pada acara perkawinan adat Jawa saja, namun ternyata pada upacara kematian juga terdapat Kembar Mayang . Berikut ini penjelasan singkat tentang Kembar Mayang berdasarkan sumber yang telah saya baca. Kembar Mayang adalah bunga tiruan yang terbuat dari batang pisang ( debog ) sebagai batangnya, janur (daun kelapa muda) sebagai cabangnya, dedaunan yang terdiri dari daun andong , daun girang , dan daun beringin sebagai rantingnya. Puncaknya berupa burung tiruan yang terbuat dari janur sebagai mahkota bunganya. Batang Kembar Mayang biasanya diletakkan ...

S.Hum itu Sarjana Hukum, ini dia penjelasannya

Gambar
Pernah suatu saat teman saya bertanya dan saya diminta menjelaskan terkait gelar S.Hum. Apa itu S.Hum?, dan beberapa ada yang menganggap singkatan dari Sarjana Hukum. Oke sobat baca, kali ini saya akan menulis sedikit tentang S.Hum. S.Hum adalah singkatan Sarjana Humaniora. Humaniora berasal dari Bahasa Latin yang kemudian masuk dalam bahasa Inggris (humaniora atau humanities, ilmu tentang realitas kemanusiaan). Humaniora dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti ilmu pengetahuan yang meliputi filsafat, hukum, sejarah, bahasa, sastra, seni dan sebagainya serta memiliki makna intrinsik nilai-nilai humanisme. Dalam bahasa Arab humaniora disebut al-‘ulūm al-insāniyyah. Melansir laman Britannica, humaniora merupakan cabang studi yang mengacu pada ilmu kemanusiaan dan masyarakat dari perspektif kritis. Secara makna yang lebih khusus, humaniora biasanya mengarah pada aspek-aspek kajian kebahasaan, kesusastraan, kesenian, pemikiran (filsafat), dan seluruh aspek yang berkaitan erat dengan ber...

Supinah Maestro Gandrung Banyuwangi

Gambar
     Supinah, Beliau merupakan seorang budayawati, sinden, penari sekaligus pelatih Gandrung asli desa Olehsari Banyuwangi. Beliau menjadi salah satu sesepuh yang masih mempertahankan cinta kebudayanya melalui kesenian gandrung dan gending-gendingnya. Senang dan bangga rasanya bertemu langsung bisa bertatap muka dengan Beliau. Siang itu di pesinggahannya sanggar tari “Sayu Sarinah”, yang terletak di desa Olehsari kami berbicara tentang “Maestro Gandrung Banyuwangi”. doc. milik pribadi (saat wawancara bersama Ibu Supinah)      Sejak tahun 1979 Beliau sudah bergelut dengan Gandrung. Awalnya Ia tidak tertarik dengan   Gandrung. Namun karena keluarganya berasal dari Gandrung, waktu itu Supinah   diajak kakaknya untuk menggantikan sebagai penari gandrung. Di samping itu, karena Ia menolak dijodohkan dan disuruh menikah di usia mudanya dengan berbagai alasan. Sejak saat itulah lalu Supinah memilih bekerja sebagai Gandrung. Ia pun tertarik untuk mempelaj...

Seblang, The Mistic Dance of Banyuwangi

Gambar
Seblang merupakan sebuah tradisi lisan yang secara turun temurun masih dilestarikan oleh Suku Osing Banyuwangi. Adat seblang merupakan sebuah tarian mistis yang dilakukan oleh masyarakat Osing. Dalam sejarahnya, tari seblang ini sebenarnya tradisi yang sangat tua, hingga sulit dilacak asal usul kapan dimulainya. https://budayabanyuwangilife.wordpress.com Di Banyuwangi ada dua macam seblang yang masih dilakukan, salah satunya adalah Seblang Olehsari. Menurut Anwar dan Supinah, seorang tokoh Desa Olehsaari mengatakan seblang itu sudah ada sejak zaman peperangan sekitar tahun 1771. Seblang ini lebih tua dibandingkan dengan Gandrung. Sedangkan di Olehsari seblang mulai ada sekitar tahun 1930.  Seblang ini awalnya digelar untuk acara tolak balak pagebluk. Karena pada saat itu di desa Olehsari pernah terjadi pagebluk. Melalui musyawarah tokoh adat setempat akhirnya ada yang mengusulkan diadakan seblang. Hingga sampai sekarang pun ritual adat ini masih dilakukan sebagai tolak balak s...

Menilik Semangat Para Generasi Gandrung Banyuwangi

Gambar
                        Tulisan ini merupakan sebagian cerita saya ketika melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang bertempat di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi. Bagi saya ini adalah sebuah pengalaman yang tidak akan terlupakan. Indah menelusuri lebih dekat kehidupan suku Osing The Sunrise of Java . Sumber: www.pegipegi.com                         Minggu 5 Agustus 2018, siang itu di sanggar Sarinah ramai oleh bocah-bocah. Gending Osing terdengar meriah lewat kaset yang diputar. Ibu-ibu duduk manggut-manggut tersenyum-senyum menyaksikan putra-putrinya. Lenggak-lenggok dengan selendangnya mereka berlatih tari Gandrung Osing Banyuwangi.                ...

Pengertian Folklore dan Jenis-jenisnya

Gambar
                       Folklor berasal dari bahasa Ingris folklore . Kata tersebut adalah kata majemuk, yang berasal dari dua kata dasar folk dan lore . Menurut Alan Dundes folk adalah sekelompok orang yang memiliki ciri-ciri pengenal fisik, sosial, dan kebudayaan, sehingga dapat dibedakan dari kelompok-kelompok lainnya. Adapun yang dimaksud dengan lore   adalah tradisi folk , yaitu sebagian kebudayaan, yang diwariskan secara turun-menurun secara lisan atau melalui suatu contoh yang disertai dengan gerak isyarat atau alat pembantu pengingat (Danandjaja, 1991, h. 1).                   Leach dan Jerome dalam bukunya berjudul Dictionary of Folklore Mythology and Legen bahwa folklor mencakup kreasi tradisional masyarakat primitif (sederhana) maupun beradab. Folklor adalah ilmu tentang kepercayaan tradisional, cerita-cerita takhayul yang se...